Jumat, 08 November 2013

Cisolok Hot Spring - Sukabumi

Tempat ini pertama kali ditemukan oleh warga kolonial Belanda yang bertempat tinggal di Sukabumi, sejak saat itu tempat ini menjadi tempat yang populer dan sering dikunjungi oleh warga kolonial Belanda pada masa itu. Penelitian geokimia menunjukkan bahwa mata air panas ini telah ada di sini selama lebih dari 10.000 tahun dan panas yang dihasilkan berasal dari gunung berapi terdekat.

Untuk anda yang ingin berkunjung ke tempat ini harus bisa sedikit bersabar karena jalan menuju permandian ini agak kecil dan sedikit rusak, juga tidak ada angkutan umum yang mengantar hingga ke depan pintu gerbang tempat permandian ini. Tapi tenang saja, begitu anda sampai pemandangan yang ditawarkan sumber mata air panas Cisolok akan membayar segala penat dan letih anda selama perjalanan. ;)
Saat anda sampai di pelataran parkir, anda masih harus berjalan lebih ke dalam melewati jembatan gantung yang suka bergoyang-goyang :D . Dari atas jembatan anda bisa menyaksikan aliran sungai yang deras. Setelah melewati sungai ini anda akan melihat sungai lainnya yang mengepulkan asap, ini karena suhu air di sungai tersebut yang cukup tinggi.
Di tengah-tengah sungai ini anda akan dibuat terpesona sekaligus takjub dengan semburan air panas yang tingginya bisa mencapai 5 meter bahkan lebih. Ada tiga titik semburan disini, dan banyak orang yang berkumpul di sekitarnya untuk berendam dan bermain air. Wah, hanya dengan melihat mereka saja anda pasti sudah tidak sabar untuk ikut menceburkan diri ke dalam sungai.
Di tempat ini terdapat sekitar 6 mata air panas yang besar dan diantaranya ada yang paling kuat dan bisa memuntahkan hingga 35 liter air panas per detiknya.
Anda juga bisa menyaksikan air panas yang menyembur dari celah bebatuan. Beberapa buah batu disusun membentuk kerucut di atasnya untuk mengatur arah semburan geyser tersebut. Suhu di mata air tersebut berkisar antara 90 hingga 100 derajat Celcius dan bahkan bisa di atas suhu mendidih.
Anda jangan pernah menaruh tangan apalagi berdiri di atasnya, selain karena suhunya yang tinggi tekanan semburannya cukup kuat, jadi cari cara yang aman dan menyenangkan saja.
Suhu sungai sebelum bercampur dengan semburan geyser ini hanya 28 derajat Celcius dan bisa naik hingga 34 derajat Celcius setelah tercampur dengan semburan mata air panas.
Beberapa wisatawan yang berkunjung ke tempat ini banyak yang memanfaatkan suhu air tersebut untuk memasak telur, mereka membelinya dari pedagang yang menjajakan makanan lalu merendamnya di sumber air panas tersebut. Hanya dalam beberapa menit saja telurnya sudah matang dan siap untuk disantap. Hm, anda patut mencoba pengalaman unik yang satu ini :D .
Tidak ada pungutan biaya bagi pengunjung yang ingin berendam di sungai dan untuk anda yang menginginkan tempat yang sedikit lebih tertutup, anda bisa mencoba kolam khusus untuk berendam dan berenang dengan air bersuhu panas. Biayanya untuk mandi di kolam tersebut relatif murah dan anda bisa membeli perlengkapan mandi di tempat tersebut.
Di area tersebut juga tercium bau belerang karena pada kenyataannya memang geyser ini sedikit mengandung belerang wqlaupun sebenarnya air panas ini berasal dari geyser (air panas yang melewati lapisan kerak bumi).
Mungkin itu sebabnya banyak masyarakat setempat yang percaya bahwa air di Cisolok ini bisa menyembuhkan berbagai penyakit kulit seperti gatal-gatal dan eksim.
Selain kolam, tempat ini juga menyediakan fasilitas pijat tradisional untuk anda yang suka dipijat terlebih dahulu sebelum berendam di air panas, juga ada tempat menjual makanan dan minuman, kamar mandi umum dan tempat ibadah yang disediakan untuk para pengunjung.
Sempatkanlah diri anda untuk sejenak menikmati suara semilir pohon, aliran sungai, pemandangan hutan dan semburan air di geyser ini, dan jangan sampai anda lupa kamera anda karena disini banyak objek yang bisa anda abadikan dalam sebuah foto. Datang pada sore maupun pagi hari, tempat ini selalu tampak indah dan menyenangkan, apalagi menyaksikan anak-anak anda bersenda gurau dan bermain air di sini. Anda pasti akan betah berlama-lama di sini.

Kuliner Bogor

Kuliner Bogor - 8 Kuliner Tradisional Khas Bogor

Wisata ke Bogor sudah lekat dengan wisata kulinernya. Nah ikon kuliner khas Bogor apa saja yang tidak boleh terlewatkan jika berkunjung ke kota yang terkenal dengan Kebun Raya dan Istana Bogor-nya ini? Berikut 8 kuliner khas Bogor coretan dokumentasi dari banyumurti.net:

1. Toge Goreng
Ini kuliner yang akan sulit ditemukan di kota lain. Toge Goreng, toge yang "digoreng" pake air, alias direbus, kemudian dicampur dengan mie kuning, potongan tahu dan opsional potongan kupat. Yang memegang peranan penting adalah bumbu olahan tauco dan oncom yang diguyurkan setelahnya. Rasanya asem-asem seger gimana gitu.
Banyak penjaja toge goreng yang ada di kota Bogor, beberapa yang cukup kondang misalnya Toge Goreng Pak Inin (samping Hotel Royal, Jl. Juanda), Mang Gebro Putra (Jl. Pengadilan), Pak Iwon (Depang Supermarket Ngesti - Baranangsiang, Jl. Pajajaran), Ibu Omah (samping Toko Bogor Permai, Jl. Sudirman) dan Ma Evon (Gg Besi, Jl Suryakencana).

2. Soto Kuning
Banyak orang Jakarta yang khusus datang ke Bogor untuk mencicipi soto kuning khas Bogor. Kita bisa memilih potongan daging dan jerohan sapi seperti kikil, babat, usus, lidah, limpa, otak dan lain-lain yang akan diolah dengan kuah khas berwarna kuning dari kunyit dengan santan dan beragam rempah-rempah lainnya yang menimbulkan cita rasa yang ciamik. Pengen mencobanya? Silakan menuju Jl. Suryakencana, ada beberapa penjaja soto kuning yang juara disana seperti Pa Yusup dan Pak Yusuf (cuman beda p dan f :)) yang berlokasi dekat Gg Aut, atau ada juga Pak Salam yang berjualan sore hari di Depan Bank Mandiri Jl Siliwangi - Suryakencana. Cuman kalo ke Pak Salam harus bersiap-siap dengan antrian yang lumayan panjang dari para pelanggannya...

3. Doclang

Mirip dengan kupat tahu kalau di Bandung, tapi Doclang menggunakan kentang rebus dan bumbunya mendapatkan sentuhan tauco. Bumbu kacangnya yang sengaja tidak tergerus halus, digunakan untuk mengguyur lontong, tahu goreng dan kentang rebus. Doclang bisa di temui di kawasan Jembatan Merah, Jl. Mantarena dan Bpk Odih di Jl. Pasir Kuda.

4. Cungkring

Yang satu ini, bahkan orang Bogor sendiri pun tidak banyak yang tahu. Kikil dan bagian kepala sapi dimasak dengan bumbu kuning, kemudian disantap dengan lontong dan guyuran bumbu kacang yang manis. Goreng tempe kering juga dapat menemani kuliner unik ini. Disajikan dengan daun pisang dan tusuk sate untuk memudahkan kita menusuk-nusuk makanan ini. Cungkring bisa ditemui pagi hari di Jl. Suryakencana, dekat perempatan Gg. Aut, dijajakan dengan menggunakan gerobak panggul.
kita sudah menemukan kuliner tradisional khas Bogor seperti: Toge Goreng, Soto Kuning, Doclang dan Cungkring. Apalagi 4 kuliner khas Bogor yang ada di coretan banyumurti.net? Mari kita lihat...

5. Laksa Bogor

Ketupat, bihun, touge, dan daun kemangi, ditambah tahu kuning dan telur rebus, semuanya disiram dengan kuah santan kuning dan diimbuhi bumbu dari Oncom. Dinikmati selagi masih panas, Laksa Bogor ini merupakan alternatif yang asyik bagi yang berburu sarapan atau brunch di Bogor. Salah satu penjaja Laksa Bogor yang cukup terkenal adalah Laksa Kp Cincau dan Laksa Gg Aut yang sama-sama berada di kawasan Jl Suryakencana. Juga Laksa Bogor yang ada di kawasan Cihideung.

6. Soto Mie
sumber gambar: http://commons.wikimedia.org/wiki/File:Soto_Mie_Bogor_2.JPG
Tampaknya ini adalah kuliner bogor yang paling kondang di kota lainnya. Terbukti kita bisa menemukan banyak penjaja soto mie di kota lain seperti Jakarta. Kuahnya memang seperti soto bening, tapi isinya memang campuran dari mie kuning dan bihun yang ditambahkan daging sapi dan gorengan risol. Jangan lupa tambahkan sambal dan kucuran jeruk untuk menyempurnakan rasa. Banyak penjaja soto Mie ini seperti Mang Ohim di kawasan Yasmin, depang sekolah Kesatuan (Ranggagading), Gang Selot (Jl Juanda), Samping Bogor Permai (Jl SUdirman) dan sebagainya.

7. Es Pala

Nah kesegaran khas kota Bogor bisa dinikmati pada segelas Es Pala. Buah Pala yang dipotong tipis, di campur dengan air dan ditambahkan dengan Es dan Gula. Selain rasa manis dan semburat asam, kita juga bisa merasakan adanya sensasi seperti soda dalam Es Pala ini. Sudah ada yang menjual kemasan siap saji di depan Indomaret perempatan Gg Aut dan Suryakencana, atau bisa juga dibeli di Toge Goreng Mang Gebro Putra (Jl Pengadilan) atau di Resto de'Leuit (Jl Pakuan)

8. Asinan Bogor
Sensasi yang diberikan oleh kuah asam pedas khas dari Asinan Bogor memang membuat orang kesengsem dan "ketagihan" dengan kuliner yang satu ini. Kuah ini bisa di"guyur" di atas potongan sayur atau buah dengan ditemani kerupuk kuning dan kacang tanah sebagai pelengkap. Asinan Ny Yenny (Jl Binamarga), Gedung Dalam (Jl Siliwangi/Sukasari), Gg Roda, Jl Juanda dan sebagainya merupakan beberapa dari sekian banyak penjaja Asinan Bogor di kota ini.

Sumber : http://www.banyumurti.net

Masjid Kubah Emas Al Mahri - Kota Depok

Masjid Dian Al Mahri dikenal juga dengan nama Masjid Kubah Emas [1] adalah sebuah masjid yang dibangun di tepi jalan Raya Meruyung, Limo, Depok di Kecamatan Limo, Depok. Masjid ini selain sebagai menjadi tempat ibadah salat bagi umat muslim sehari-hari, kompleks masjid ini juga menjadi kawasan wisata keluarga dan menarik perhatian banyak orang karena kubah-kubahnya yang dibuat dari emas. Selain itu karena luasnya area yang ada dan bebas diakses untuk umum, sehingga tempat ini sering menjadi tujuan liburan keluarga atau hanya sekedar dijadikan tempat beristirahat. http://tourism-in-java.blogspot.com/2011/08/golden-dome-mosque-depok-east-java.html
Sejarah[sunting | sunting sumber]
Masjid ini dibangun oleh Hj. Dian Djuriah Maimun Al Rasyid, pengusaha asal Banten, yang telah membeli tanah ini sejak tahun 1996. Masjid ini mulai dibangun sejak tahun 2001 dan selesai sekitar akhir tahun 2006. Masjid ini dibuka untuk umum pada tanggal 31 Desember 2006, bertepatan dengan Idul Adha yang kedua kalinya pada tahun itu. Dengan luas kawasan 50 hektar, bangunan masjid ini menempati luas area sebesar 60 x 120 meter atau sekitar 8000 meter persegi. Masjid ini sendiri dapat menampung sekitar kurang lebih 20.000 jemaah[2]. Kawasan masjid ini sering disebut sebagai kawasan masjid termegah di Asia Tenggara[3].

Arsitektur[sunting | sunting sumber]

Masjid Dian Al Mahri memiliki 5 kubah. Satu kubah utama dan 4 kubah kecil. Uniknya, seluruh kubah dilapisi emas setebal 2 sampai 3 milimeter dan mozaik kristal. Bentuk kubah utama menyerupai kubah Taj Mahal. Kubah tersebut memiliki diameter bawah 16 meter, diameter tengah 20 meter, dan tinggi 25 meter. Sementara 4 kubah kecil memiliki diameter bawah 6 meter, tengah 7 meter, dan tinggi 8 meter. Selain itu di dalam masjid ini terdapat lampu gantung yang didatangkan langsung dari Italia seberat 8 ton[4].
Selain itu, relief hiasan di atas tempat imam juga terbuat dari emas 18 karat. Begitu juga pagar di lantai dua dan hiasan kaligrafi di langit-langit masjid. Sedangkan mahkota pilar masjid yang berjumlah 168 buah berlapis bahan prado atau sisa emas.
Secara umum, arsitektur masjid mengikuti tipologi arsitektur masjid di Timur Tengah dengan ciri kubah, minaret (menara), halaman dalam (plaza), dan penggunaan detail atau hiasan dekoratif dengan elemen geometris dan obelisk, untuk memperkuat ciri keislaman para arsitekturnya. Ciri lainnya adalah gerbang masuk berupa portal dan hiasan geometris serta obelisk sebagai ornamen.
Halaman dalam berukuran 45 x 57 meter dan mampu menampung 8.000 jemaah. Enam menara (minaret) berbentuk segi enam atau heksagonal, yang melambangkan rukun iman, menjulang setinggi 40 meter. Keenam menara itu dibalut batu granit abu-abu yang diimpor dari Italia dengan ornamen melingkar. Pada puncaknya terdapat kubah berlapis mozaik emas 24 karat. Sedangkan kubahnya mengacu pada bentuk kubah yang banyak digunakan masjid-masjid di Persia dan India. Lima kubah melambangkan rukun Islam, seluruhnya dibalut mozaik berlapis emas 24 karat yang materialnya diimpor dari Italia.
Pada bagian interiornya, masjid ini menghadirkan pilar-pilar kokoh yang menjulang tinggi guna menciptakan skala ruang yang agung. Ruang masjid didominasi warna monokrom dengan unsur utama warna krem, untuk memberi karakter ruang yang tenang dan hangat. Materialnya terbuat dari bahan marmer yang diimpor dari Turki dan Italia. Di tengah ruang, tergantung lampu yang terbuat dari kuningan berlapis emas seberat 2,7 ton[5], yang pengerjaannya digarap ahli dari Italia.